Step by step pengukuran leveling pada project bangunan

Assalamualaikum,

 Selamat berlibur rekan-rekan surveyor semua,post kali ini saya khususkan untuk rekan-rekan asisten surveyor,maupun rekan surveyor yang ingin berpindah dari surveyor tambang,kebun atau surveyor lainya yang ingin mengetahui Step by step pengukuran leveling pada project bangunan.

tutorial pengukuran leveling pada project bangunan
Rumus leveling

 keterangan:

 Hi : high instrument (tinggi alat)
ZA   :Elevasi pada titik A
ZB   :Elevasi pada titik B
BS    :Backsight
FS    :Foresight

 Untuk memulai pengukuran leveling dalam sebuah bangunan,anda terlebih dahulu harus mengetahui BM (benchmark).Apa itu benchmark?Bencmark adalah sebuah titik yang sudah diketahui nilai koordinat X,Y dan Z (Elevasi) nya.Benchmark biasanya terbuat dari pipa pralon yang sudah di cor,dan terdapat sebuah titik dibagian tengahnya.
Berikut ini adalah semua tahapan pekerjaan leveling dalam sebuah project bangunan gedung.

1.Pengukuran level top of pile atau disebut juga cutting of pile (COP).
  Tahap awal dalam pembangunan gedung biasanya adalah pemancangan,setelah tiang pancang selesai di pancang,maka tugas surveyor / assisten surveyor adalah menentukan elevasi untuk pemotongan tiang pancang.

Pemotongan tiang pancang atau cuting pile
Pemotongan tiang pancang
Cara menentukan elevasi top of pile adalah dengan melihat shop drawing yang sudah ada,elevasi top pile masing-masing tiang pancang ini berbeda-beda,mengikuti bentuk footing(pondasi).Pastikan anda melihat drawing dengan benar,jangan sampai terjadi kesalahan dalam menentukan elevasi top pile,karena akan berakibat fatal terhandap rencana pondasi.Jangan lupa periksa juga nomor revisi drawing yang anda pegang,pastikan yang anda pakai adalah drawing revisi terbaru.Karena biasanya sering terjadi perubahan (revisi) gambar kerja yang berimbas pada desain elevasi top pile.
  Setelah anda yakin dengan drawing,sekarang saatnya melakukan marking level top pile.Tahapanya adalah sebagai berikut:

1.Setting alat level (waterpas/autolevel) anda agar berada di tengah-tengah antara BM dengan tiang pancang yang akan anda marking.Apabila jaraknya terlalu jauh,anda bisa membuat CP (patok sementara) yang agak dekat dengan tiang pancang.
2.Pastikan nivo sudah anda setting ditengah.Letakan rambu ukur diatas BM atau CP yang sudah anda buat.
3.Baca nilai rambu ukurnya,kemudian anda jumlahkan dengan nilai BM atau CP nya,kemudian kurangi dengan nilai elevasi top of pile sesuai desain dalam drawing.

Misalnya ,nilai BM adalah 50.00 bacaan rambu adalah 1,376 sedangkan elevasi top pile sesuai desain adalh 49.50 maka bacaan rambu yang harus anda marking pada tiang pancang adalah:

50.00 +1,376-49.50= 1.876.

Setelah selesai semua pengukuran leveling top pile,maka pengukuran leveling selanjutnya adalah marking top level footing.

marking pondasi footing
pilecap pondasi
Caranya sama dengan cara marking level cutting pile diatas.Yaitu:
1.Setting alat level (waterpas/autolevel) anda agar berada di tengah-tengah antara BM dengan tiang pancang yang akan anda marking.Apabila jaraknya terlalu jauh,anda bisa membuat CP (patok sementara) yang agak dekat dengan tiang pancang.
2.Pastikan nivo sudah anda setting ditengah.Letakan rambu ukur diatas BM atau CP yang sudah anda buat.
3.Baca nilai rambu ukurnya,kemudian anda jumlahkan dengan nilai BM atau CP nya,kemudian kurangi dengan nilai elevasi top pondasi pilecap sesuai desain dalam drawing.

Untuk prinsip pengukuran Levelling Slab ,kolom keatas prinsipnya sama dengan proses levelling diatas,Bagaimana?cukup simpel bukan?

Sekian dulu posting kali ini mengenai Step by step pengukuran leveling pada project bangunan.

Semoga bermanfaat,

Wassalam


Subscribe to receive free email updates: