Pemerintah targetkan 3000 sertifikasi juru ukur(surveyor) di tahun 2017

Assalamualaikum,
   Selamat malam rekan surveyor,setelah sekian lama,akhirnya ada berita gembira untuk kita semua,kulit manggis kini ada ekstraknya..heehee bukan itu kabar gembiranya gaes..Peran juru ukur atau surveyor kini sudah mulai  di perhitungkan di dunia kerja.Misalnya dalam bidang pertanahan,posisi surveyor sangatlah  penting dalam rangka  memberi kepastian hukum atas tanah. Sayangnya, saat ini jumlah juru ukur sangat terbatas dibandingkan bidang tanah yang perlu diukur(ini menurut berita gaes,tapi sebenarnya ga juga sih,data di grup facebook IKATAN SURVEYOR INDONESIA ada 6.920 anggota surveyor,belum lagi surveyor yang tidak gabung di grup tersebut,bisa di bayangkan berapa banyak surveyor di indonesia?)

Untuk itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil akan memberikan sertifikasi kepada juru ukur.
"Surat Keputusan siap diteken. Jadi, siapa saja yang punya keahlian geodesi, lulusan STM, atau yang punya kemampuan, kita berikan izin. Tahun 2017, targetnya kita sudah punya 2.800-3.000 juru ukur," ujar Sofyan di Jakarta, Sabtu (8/10/2016).Ia mengatakan, para juru ukur ini akan memiliki kantor di seluruh Indonesia hingga ke tingkat kecamatan, sama halnya dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
   Dengan demikian, masyarakat atau investor yang ingin mengukur tanah lebih cepat menemukan juru ukur(surveyor).Hal ini berpengaruh pada kecepatan mengurus sertifikat tanah karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu atau mengantre juru ukur."Paling tidak dalam 2020 akan ada 10.000 juru ukur. Maka target sertifikasi bidang tanah pada 2025 akan selesai," sebut pak Sofyan.Meskipun begitu, juru ukur yang sudah mendapatkan sertifikat harus menandatangani pakta integritas.
   Nantinya, kantor jasa juru ukur tanah akan seperti firma. Ketika mengukur tanah, juru ukur harus jelas menuliskan siapa pemiliknya.Kemudian, juru ukur harus menambahkan pernyataan telah dengan sungguh-sungguh mengukur suatu bidang tanah dan detail ukuran berdasarkan standar yang berlaku.
"'Kalau hasilnya tidak sesuai, saya yang bertanda tangan di bawah ini (juru ukur) akan bertanggung jawab'," tutur Sofyan menjelaskan bunyi isi pernyataan juru ukur.
 Itu tadi kutipan berita dari kompas.com ,semoga saja bisa benar-benar terwujud amin.Supaya impian surveyor bekerja di kampung halaman bisa terwujud.
 Sambil menunggu berita ini terealisasi,alangkah baiknya kita sebagai juru ukur mengupgrade skill survey,baik pengukuran maupun proses data,baik dengan cara belajar otodidak ataupun ikut pelatihan-pelatihan survey.Agar pas nanti betul-betul ada surveyor di setiap kecamatan,kita bisa ikut ambil bagian.
Sekian post kali ini,semoga bermanfaat.
Wassalam

Subscribe to receive free email updates: